Tiba2 teringat Papah..
Dan aku ingin menulis tentangnya..
Hal yang sangat Langka aku lakukan..
Mari kita bicarakan sosoknya disini barang sedikit..
Sebenarnya aku tidak mengenal sosoknya dengan baik seperti kebanyakan anak mengenal sosok Ayahnya..
Yang aku tahu dengan jelas hanya satu..
DIA PERGI KETIKA AKU dan MAMAH sangat memBUTUHkannya..
Lebih tepatnya sangat merasa diINGINkan olehnya..
Sayangnya dia lebih memilih pergi ketika usiaku memasuki tahun pertama..
Sampai 2 tahun setelahnya, Mamah memutuskan untuk berpisah dan mengakhiri Hubungan Pernikahan mereka..
Tahu apa yang membwat aku sakit???
Bukan Pernikahannya yang mesti berakhir..
Tapi melihat Mamah yang masih sangat muda waktu itu, harus berkorban sendirian mencari Keadilan untuk dirinya dan Putri kecilnya, yaitu aku..
Sampai umurku belasan, aku tak pernah sekalipun melihat wujud asli Papah..
Aku membencinya dengan sangat waktu itu..
Ingin rasanya aku muntah didepannya jika saja aku bisa bertemu..
Pada saat itu hanya cerita tentangnya saja yang berseliweran di sekitar aku..
Itu pun harus aku dengar dengan bagian hatiku yang tersakiti..
Kembali teringat masa2 dulu, saat dimana aku sangat sulit menerima sesuatu yang baru masuk ke dalam hidupku..
Itu lah mengapa aku terbentuk menjadi sosok keras yang memiliki Ego tanpa tandingan..
Aku tak pernah mau diatur apalagi didikte..
Aku merasa mampu berdiri dengan kedua kakiku sendiri tanpa bantuan orang lain..
MENANGIS adalah PANTANGan yang aku lakukan..
MENANGIS membwat aku merasa KECIL..menjadi LEMAH..menjadi BODOH..menjadi yang TERSAKITI..
Tapi itu dulu sebelum aku menjadi Pribadi Baru seperti sekarang..
Tahu kenapa aku melunak???
Aku akhirnya bertemu Papah..
Waktu itu Bulan Februari 2008..
Subhanallah..Dia ada didepan mataku..
Menangis dan memelukku erat..
Dia katakan dia menyesal meninggalkan aku dulu..
Dan aku bahkan tidak meludahinya, tidak muntah dihadapannya, tidak marah, tidak lagi dendam terhadapnya..
Justru aku mengatakan sesuatu hal yang tak pernah aku sangka akan kukatakan padanya ketika aku bertemu dia..
Aku bilang..
PAH, MUNGKIN AKU(MENYEBUTKAN NAMAKU) BELUM CUKUP DEWASA UNTUK TAHU APA ALASAN PAPAH DULU MENINGGALKAN AKU SAMA MAMAH..
ADA RIBUAN PERTANYAAN APA, KENAPA, BAGAIMANA BISA, UNTUK APA DAN LAIN SEBAGAINYA YANG ADA DI BENAK AKU YANG INGIN AKU TANYAKAN SAMA PAPAH..
TAPI G ADA GUNANYA LAGI AKU TANYA KARENA SEMUA G AKAN KEMBALI SEPERTI SEMULA JUGA..
DAN SATU HAL YANG JELAS, KALAU SEMUA ITU G PERNAH TERJADI, AKU G AKAN MENJADI PRIBADI YANG SEPERTI SEKARANG..
PRIBADI YANG AKAN MENJADI KEBANGGAAN LUAR BIASA UNTUK MAMAH..
ALLAH PASTI PUNYA RENCANA INDAH DARI AIRMATA AKU DAN MAMAH DULU DAN JANGAN DISESALI..AKU MENGERTI SEMUA KARENA ADA ALASAN DAN MAKSUDNYA..
AKU TAHU ITU KARENA ALLAH SAYANG SAMA AKU DAN MAMAH..SANGAT SAYANG..
Aku tidak bisa membayangkan aku bisa mengatakan itu..
Sampai sekarang pun juga..
Aku mengatakan itu bukan karena aku HEBAT..
Tapi karena aku mengerti Tuhan tahu apa yang terbaik dan akan selalu memberikan apa yang aku butuhkan..
Mungkin aku tidak selalu mendapatkan apa yang aku mau..
Tapi apa yang aku butuhkan Tuhan selalu mengAnugerahkannya..
Terimakasih Ya Allah..
Terimakasih juga untuk pertemuan singkatku dengan Papah waktu itu..
Aku ingat saat itu aku tidak menangis, aku bahkan seperti orang yang baru kenal saja sama Papah..*Maaf ya Pah..
Bukan karena aku tidak sayang sama Papah..
Aku hanya tidak tahu cara menunjukannya saja..
Papah terlalu Asing dan Baru untuk aku..
Tapi Percayalah..
Aku sayang sama Papah..
Darah yang mengalir ditubuhku adalah Darah Papah..
Dan sampai aku mati itu pasti milik Papah..
Papah..
Malam ini aku hanya ingin bilang..
Baik2 dengan Keluarga Barunya yaaaaa..
Jadilah seorang Ayah yang semestinya untuk Adik2ku..
Jadilah seorang Suami yang semestinya untuk Istrimu..
Mesti itu tak pernah Kau lakukan untuk aku dan Mamah dulu, tapi lakukanlah untuk mereka sekarang..
Papaaaahhhh..aku ingin peluk Papah..
Sekali dan dengan Erat..
Aku ingin bilang..
Aku juga ingin menjadi Kesayanganmu..
Aku ingin suatu saat bisa melihatmu Bangga akan aku..
Papaaaahhhhhhhhh..
Ini pertama kalinya aku terisak dan benar2 karena Papah dimasa aku menjelang dewasa..
Aku Rinduuuuuuuuuu sekali..
Entah kenapa aku ingin sekali dimanja sama Papah..
Ya Allah..Lindungi Papah dan Keluarganya disana..
Semoga mereka selalu baik2 saja..amiiiiiiiiinnnnnnnn..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar