Jumat, 29 Oktober 2010

hilang rasa

ini cerita tentang amarahku..
amarahku terhadap kamu..
kusimpan, kukumpulkan, kutanam..
lalu tumbuh menjadi luapan dan lautan kemarahan yang tak teredam..

lalu aku benci..
sangat benci..
bahkan dengan diriku sendiri..
mengapa bisa larut kedalam kamu begitu dalam..
mengapa membiarkan kamu masuk lalu sesukamu hilang..

aku benci kamu..
sangat benci..
baca ini!!!
dan kamu akan tahu aku sangat ingin rasa ini MATI..
seiring dengan marah yang datang, membumbung dan tak tertahankan lagi..

aku lalu hilang rasa..
semoga selalu begitu saja..
sampai kapan jua..
aku lega jika memang harus lupa..
kuikhlaskan karena aku yakin Tuhan punya rencana..

kenapa aku harus memujamu sedemikian rupa..
sosok yang tak pernah tahu apa itu cinta..
sosok yang tak mengerti arti rasa dan semua cerita..

tak kusesali..
karena menyesal sama saja dengan menjadi pecundang..
hidup dalam kenangan dan berkawan dengan cerita usang..

aku tetap mensyukuri kamu..
tetap mensyukuri bagaimana kamu menghancurkanku..
menjatuhkan ribuan tetes airmataku..
memporakporandakan perasaanku..
melindas arti cinta dalam hidupku hingga jadi debu..
menerobos semua batas yang aku ciptakan bersama prinsipku..

aku tak akan menyesali kamu..
karena aku yakin..
kamu yang akan menyesal kehilanganku..
karena cinta yang kamu sia-sia begitu saja dulu..

aku hanya berharap..
sangat berharap dalam doaku..
ketika sesalmu datang..
rasaku sudah hilang..

lalu cintamu yang tumbuh..
akan kamu tuai sendiri dalam pilu..
dalam airmatamu..
dalam lukamu..
dalam keterpurukanmu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar