aku kira aku sudah berhenti mencintaimu..
aku rasa sudah mampu untuk tidak berharap kamu datang..
aku pikir aku bisa lebih hebat tanpa kamu..
awalnya iyaaaa..aku bisa semua..
sejurus kemudian nyata memukulku dengan telak hingga aku babak belur..tidak..aku belum bisa..
nyatanya rindu ini kembali lagi..
menghantarkan aku kepada kenangan-kenangan akan kita..
memang,rindu bukan berarti aku ingin kamu dan aku menjadi satu seperti dulu..
tidak selalu begitu..tapi rindu-rindu yang terbang bebas ini mengisyaratkanku..
aku masih ingin kamu..barang sebentar untuk menghalau gundahku..
iyaaa aku tahu ini tidak benar..
untuk itulah aku diam saja..
tak pernah mampu mengungkapkan seberapa banyak dan keras aku merindumu..
aku terlalu takut akan kenyataan yang kerap menghantamku tanpa berperasaan..
aku tahu aku tak mampu melawannya..
sekedar membalas pukulannya pun aku tak mampu..
untuk itu,aku selalu mengatas namakan 'ego'ku yang besar dan mematikan rindu itu perlahan..
meski jua tak padam..
setidaknya aku tak membakar siapapun,meski diriku sendiri hangus menjadi abu..
aku jua tak pernah berani bertanya..
rindu-kah juga kamu?
tidak karena aku tahu jawabannya tanpa perlu menebak-nebak..
aku sudah lama mati dan tak pernah kamu rindukan..
aku tahu itu,(mantan) kekasihku..
karena itulah aku lebih baik memendamnya dalam-dalam..
pada rindu sendirian..
tapi pada akhirnya ada satu hal yang kerap aku dapati dari dalam-nya rindu-rindu ini..
yaitu kesabaranku menunggunya mati..
aku tidak ingin kelak,dia-lah yg menjadi penyebab terhebat akan kematianku..
sampai mati merindumu..
dari perempuan ini..
yang d'tiap saatnya mendoakan kamu bahagia..
yang d'tiap waktunya berharap mimpi-mimpimu jadi nyata..
yang d'tiap langkahnya juga membawa namamu serta..
dari yang mencintaimu..tanpa balas..
24.09.12 21:57
Tidak ada komentar:
Posting Komentar