seandainya semudah demikian mengucapkan selamat tinggal pada kita..
melupakan kenangan semudah menjentikan jari jemari atw melupakan mimpi..
aku memang telah mengatakan berkali2 'selamat tinggal' itu..
pula berkali2 gagal pergi dari kamu..
sebenarnya apa yg kiranya kita cari,sayang?
karena meski kita saling menemukan,tak kan berarti kita bisa saling terus berpegangan,bukan???
kita tahu benar bahwasanya cinta tak selalu bisa bersama,tak selalu menemukan serasinya..
maka dari itulah kita sendiri coba menerima,kiranya waktu akan menyadarkan kita..
iyaaa,pilihan kita yg lalu utk saling menghindar dari asa dan rasa ini sungguh benar..
tapi kita pun juga tahu,mimpi2 akan bahagia kita yg kerap sesaat itu terus membujuk..
berupa aku dan semua keindahan hati yg menggodamu..
yg berucap lantang agar kamu bertahan tanpa ampun d'titik ini bersamaku..
yaaaa..kita yg acap kali tak ingin mengelak satu sama lainnya..
bukannya tidak mampu,hanya kita tidak ingin..
kita terlalu serasi dalam apapun..
kita terlalu padu meski tak selalu satu tuju..
kita yg selalu bisa saling tertawa meski sulit sekalipun..
kita yg tak mengeluh meski telah sakit berpeluh mengaduh ampun..
kita yg saling menguatkan dan menjadi energi satu sama lain tanpa pernah kita tahu mengapa bisa begitu..
jadi bagaimana aku bisa benar2 pergi?
bagaimana bisa kata2 'selamat tinggal' itu benar2 terjadi?
aahhh,ntahlah..
aku harus bertanya kemana lagi..
karena kita sama2 tahu jawaban pasti dan harga mati..
kita sama2 belum mau beranjak dan bergegas lari dari ini..
Jakarta, 09.03.2012 04.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar