Senin, 12 Maret 2012

mampukah?

tekadku membulat..
menjauhi satu-satu persatu dunia yang dulu mengikatku erat..
mampukah aku?
rasanya tak bisa aku jelaskan seberapa buntu langkahku yang tersendat..


aku merasa semua hilang arah..
aku dikemudikan emosi-ku yang tak jadikanku sekuat waktu itu..
aku tak mampu mengendalikan diriku sendiri..
aku disetir oleh nyata dan telak kalah tak bisa membantah..


aku meninggalkan semua..
yang pernah menjadikanku meraja di singgasanaku sendiri..
yang pernah membwatku ada..
yg mengisiku dan bwatku menjadi berarti..


Tuhan..
mampukah aku?
bertahan sendirian di sisa2 mimpiku kemarin?
aku dan tanpa dunia yang senantiasa kurindukan..


Tuhan..
sanggupkah?
dunia yang kubanggakan itu kelak berotasi sendirian?
apakah porosnya akan tetap satu-kesatuan?
akankah tak kesepian tanpa kuberi sentuhan?


Tuhan..
aku masih berharap..
rindu itu masih untukku..
tetap selalu ada disitu..
bolehkah?




n/b : kepada rasa dan asa, yang telah terbagi..
kepada emosi, yang tanpa ampun merajai..
kepada nyata, yang meminta untuk diakui..
kepada cinta, yang mau tidak mau harus mengerti..
kepada semua, yang sudah, pernah dan tetap selalu tersimpan rapi..di hati..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar