Sepanjang harian aku memikirkan..
Bagaimana seandainya ADA NAMA LAIN d’dalam HATI dan HIDUPMU, Bagaimana seandainya semua ketakutanku berubah menjadi kenyataan???
Saat itu aku mengatakan pada diriku sendiri, sudah seharusnyalah aku bergegas tanpa aba2 lagi untuk menjauh dan melepasmu..
Lalu aku menangis dan tertegun..
Bagaimana seandainya Kau memiliki yang lain d’hatimu, tepatnya CINTA yang lebih baik dan sempurna..
Tentu saja itu bukan AKU, bukan aku yang selama ini ada untukmu..
Bukan aku yang tertatih menyayangimu dengan sungguh, bukan aku yang rela terseok untuk sekedar melihat senyummu..
Bukan aku yang harus sakit dan mengerang perih karena terlalu merindukanmu, bukan pula aku yang memiliki ribuan tulus untuk bahagiakanmu..
Membayangkan DIA bukan aku adalah Hal terburuk yang aku rasakan..
Tapi tadi ketika kutanyakan siapa DIA itu, kamu bilang aku sok tahu dengan orang yang lain dalam hidupmu, baiklah itu mungkin saja..
Bisa saja aku salah..
Mungkin saja aku terlalu berlebihan untuk ini, tapi aku terlanjur sakit membayangkannya, hal itu terlanjur keras sekali menghantam hatiku tanpa berperasaan..
Aku hancur tanpa kekuatan apapun untuk bertahan,.
Aku mencoba mengatakan pada yang lain..Hey,bertahanlah atas nama Cinta, tapi aku sendiri tak mampu melakukannya..
Bukan aku menyerah, aku hanya merasa harus tahu diri, harus mampu menahan diri, harus menyadarkan diri, harus membatasi diri dari semua yang berkaitan denganmu..
Aku sudah bukan siapa2, aku bukan apa2, aku tak kan mampu memberi apa2 lagi, jadi aku harus pergi..
Benar kata bijak..
JANGAN MENJADIKAN SESEORANG SEGALANYA BAGIMU, KARENA KETIKA DIA PERGI MAKA KAMU TIDAK AKAN MEMILIKI APA2 LAGI..
Dan beginilah aku..
Sudah tidak punya apa2 lagi, jadi harus apa???
Aku tak mungkin meminta kamu mengembalikannya kan???
Aku sudah memberi rasa itu dengan rela, ikhlas dan tanpa pamrih kepadamu..
Cinta jenis apapula yang minta bayaran dan imbalan???
Sekalipun yang sebenarnya adalah MEMBERI dan MENERIMA..
Tapi aku tak kan menuntut apapun atas pemberianku selama ini hey Lelaki..
Anggap saja Cerita dan Kenangan kita yang dulu sebagai sekedarnya saja untukmu..
Meski hal itu sangat berbeda untukku..
Itu semua cerita yang akan aku bawa dan aku simpan d’tempat teraman d’relung hatiku..
Aku menangisimu lagi sekarang..Sungguh aku tak suka menjadi lemah seperti ini..
Namun aku harap ini tangisku yang terakhir untukmu, kelak ketika aku harus menangis untukmu pun aku ingin menangisi saat2 bahagiamu saja..
Saat aku melihatmu bersama mereka dengan Mimpi2mu yang jadi Nyata..
Dan saat kau sudah bersama semua mimpimu, bahkan kau tidak mampu mengingat aku sedikitpun, aku tetap harus ikut bahagia, aku harus tetap berdoa untukmu selalu, tanpa kupedulikan lagi sakit, duka, perih dan lirihku..
Untukmu yang selalu aku Syukuri Kehadirannya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar