Senin, 29 Maret 2010

tentang Egoku

Hari ini pertama kalinya aku menulis sesuatu tentangmu di tempat yang baru..

Kamu tahu, ketika itu aku gemetar, mataku berkaca2, namun hatiku menghangat..

aku mencoba mengumpulkan keberanian yang sungguh tak kan pernah sempurna aku dapatkan..

Setidak sempurna aku untuk kamu selama ini..

Kusadari aku adalah perempuan yang memiliki ego nomor satu, selalu mementingkan isi kepala tanpa menghiraukan apa yang orang lain pikirkan tentang aku.

Mungkin itu yang tak bisa kau terima, yang kau anggap menghancurkan kita, yang membabat habis rasa sabarmu menghadapi aku..

Aku rasa aku tak perlu bercerita darimana aku punya besar kepala seperti ini...

Aku hidup d’antara luka dan bayang2 masa dulu yang membentuk aku menjadi sangat tak perlu meminta persetujuan siapa pun atas hidup aku..

Aku egoiskah???mungkin saja..

Tapi itu hanya cara aku untuk melindungi diriku sendiri..

Ternyata kau tak cukup kuat menahan tempaan yang keras..

Tapi cukupmu yang sebentar itu juga lebih dari apapun..

Terimakasih untuk Sabarnya!!!

Itu berarti untuk aku..Sangat!!!

Lebih berarti dari semua kata2 manis sekalipun..

Setelah tak berhasil menjadi yang terbaik untuk kamu..

Aku berpikir untuk menjadi yang terbaik untukku saja, setidaknya aku masih berarti untukku kan???

Itu sulit, tak semudah yang pernah aku kira..

Dulu ketika ada yang menjatuhkanku dengan hebat, aku akan berdiri dengan cepat dan bangkit dengan kuat..

Tapi ketika kamu yang melakukannya, kenapa terasa sulit???

Nafasku bahkan satu-satu karena seringnya aku terisak..

Bukannya aku tak pernah gagal dan menangis seperti ini sebelumnya..

Aku pernah melaluinya bahkan dengan dia yang lebih lama berkutat d’hati dan d’hari2ku..

Apakah itu berarti kamu lebih dari semua cerita yang pernah ada???

Aku tak mengerti harus menjawab apa..

Tapi sejelas2nya aku mencari alasan tepat kenapa aku menangis, kenapa aku melemah, aku pasti menemukan sisi hatiku terjepit..

Beringsut menjadi Perih dan Terluka, sungguh dalam..

Sehingga aku harus menutup mataku ketika kau menyapa orang lain dan berlalu dengan suka cita (bahkan ketika kau melakukan itu kepada yang kukenal sekalipun)..

Bukan aku bukan Cemburu, sungguh bukan itu..

Aku hanya merasa kosong saja pada saat melihat dan membayangkan itu..

Aku tahu aku tak kan pernah jadi APAPUN lagi didalam hidupmu..

Jangankan menjadi ALASAN kebahagiaanmu, menjadi BAGIAN terKECILnya pun tidak akan bisa..

Sekarang, sekedar memberi SEMANGAT untukmu pun aku harus menumpahkan puluhan tetes airmata..

Mengirimkan Doa untukmu pun tak mungkin aku tidak menangis..

Karena aku tahu aku tak kan bisa lagi seperti waktu itu, seperti saat aku dengan mudahnya mengatakan aku selalu ada untukmu..

Selalu mampu memelukmu ketika Jarak tak membelenggu aku dan dirimu..

Tapi kini???

D’hadapanmu sekalipun aku tak kan lagi punya Hak untuk melakukannya..

Sekarang aku hanya mampu mencintaimu dengan ini..

Dengan SEPI yang mendewasakan aku..

Dengan TANGIS yang membasahi malam2 kelam dan kosong..

Dengan DOA yang kuhaturkan dengan sesak dan terisak..

Dengan SEMANGAT yang kukirimkan hanya lewat angin..

Dengan RINDU yang kusampaikan pada langit yang dulu kau bilang mampu membwat kita terasa dekat..

Dengan MIMPI yang terbawa keragu-raguan kita kemarin..

Dengan SERUAN bukan lagi SAYANG tapi KAWAN..

Tapi mampukah aku???

Mungkin belum sekarang..

Tapi besok, lusa atw nanti..

Ketika aku sudah melihat Kau dan Mimpi2mu terhampar jelas d’mataku..

Dan d’saat itu aku mungkin sudah bisa dan sudah harus MELEPASMU jauh2 dari Hidupku..

Bila itu secepatnya kau dapatkan dan menjadi nyata..

Maka harus secepat itu juga aku mempersiapkan hatiku untuk menerima nyata itu sebagai waktu tenggat untuk merelakanmu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar